Modul 02 · 12 menit

Tujuan dan Konteks

Susun tujuan, konteks, contoh, batasan, dan bentuk keluaran agar instruksi lebih mudah diikuti.

Ditulis dan disunting oleh Cahyanto Arie Wibowo. Terakhir ditinjau · versi 1.2.

Apa inti dari “Tujuan dan Konteks” dalam praktik?

Di bagian ini, Anda akan menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan. Gunakan Tujuan dan Konteks untuk membantu Anda berpikir. Jika bukti, penanggung jawab, atau batas penggunaannya belum jelas, berhentilah sejenak dan ajukan pertanyaan yang lebih tepat. Setelah selesai, cobalah memakai Tujuan dan Konteks pada satu pekerjaan kecil dan catat bagian yang masih membuat Anda ragu.

Model visual untuk “Tujuan dan Konteks” dalam Prompting: hubungan antarbagiannya sama penting dengan setiap bagian secara terpisah.

Setelah lesson ini

  • Menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan.
  • Menggunakan konsep “Tujuan dan Konteks” untuk membaca satu situasi nyata.
  • Menjelaskan batas konsep dan informasi yang masih perlu diperiksa.

Mulai dari situasi

Pahami situasinya lebih dulu. Istilahnya bisa menyusul.

Format JSON membantu integrasi, tetapi susunan data dan cara menangani kesalahan tetap harus dijelaskan. Di bagian ini, Anda akan melihat situasi tersebut melalui konsep “Tujuan dan Konteks”. Tujuannya bukan mencari satu istilah yang menjawab semua masalah, melainkan memahami pilihan yang tersedia dengan lebih jernih.

Di bagian ini, Anda akan menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan. Susun tujuan, konteks, contoh, batasan, dan bentuk keluaran agar instruksi lebih mudah diikuti. Hubungkan konsep ini dengan keputusan yang benar-benar perlu Anda buat.

Model visual

Petakan setiap bagiannya sebelum menentukan langkah.

Model visual untuk “Tujuan dan Konteks” dalam Prompting: hubungan antarbagiannya sama penting dengan setiap bagian secara terpisah.

Baca diagram sebagai peta Tujuan dan Konteks: mulai dari konteksnya, ikuti hubungan antarbagiannya, lalu periksa titik yang disorot sebelum mengambil keputusan.

Mari lihat cara kerjanya

Cara membacanya dalam situasi nyata

Gunakan Tujuan dan Konteks untuk membantu Anda berpikir. Jika bukti, penanggung jawab, atau batas penggunaannya belum jelas, berhentilah sejenak dan ajukan pertanyaan yang lebih tepat. Mulailah dari hal yang dapat Anda amati, lalu pisahkan fakta, asumsi, dan pertanyaan yang masih belum terjawab.

Format JSON membantu integrasi, tetapi susunan data dan cara menangani kesalahan tetap harus dijelaskan. Pada kasus itu, tandai bagian yang paling berkaitan dengan topik ini. Contoh ini membantu Anda berpikir, tetapi bukan bukti bahwa satu solusi akan cocok untuk semua situasi.

Definisi kerja

Apa artinya, dan kapan kita perlu berhati-hati.

Di bagian ini, Anda akan menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan. Susun tujuan, konteks, contoh, batasan, dan bentuk keluaran agar instruksi lebih mudah diikuti. Hubungkan konsep ini dengan keputusan yang benar-benar perlu Anda buat.

Tujuan dan Konteks
Di bagian ini, Anda akan menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan. Gunakan Tujuan dan Konteks untuk membantu Anda berpikir. Jika bukti, penanggung jawab, atau batas penggunaannya belum jelas, berhentilah sejenak dan ajukan pertanyaan yang lebih tepat. Setelah selesai, cobalah memakai Tujuan dan Konteks pada satu pekerjaan kecil dan catat bagian yang masih membuat Anda ragu.
Batas yang perlu diperiksa
Prompt yang panjang belum tentu baik. Informasi yang relevan lebih penting daripada jumlah kata. Kesalahan ini biasanya muncul ketika istilah dipakai lebih cepat daripada pemahaman terhadap masalahnya. Tuliskan asumsi yang Anda pakai agar orang lain dapat memeriksanya.

Berhenti sejenak

Bukti apa yang bisa mengubah keputusan ini?

Jawab sebelum membuka pembahasan. Sebutkan satu fakta dan satu asumsi.

Buka pembahasan

Di bagian ini, Anda akan menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan. Gunakan Tujuan dan Konteks untuk membantu Anda berpikir. Jika bukti, penanggung jawab, atau batas penggunaannya belum jelas, berhentilah sejenak dan ajukan pertanyaan yang lebih tepat. Setelah selesai, cobalah memakai Tujuan dan Konteks pada satu pekerjaan kecil dan catat bagian yang masih membuat Anda ragu.

Coba sendiri

Cobalah pada satu bagian kecil dari pekerjaan Anda.

  1. Pilih satu situasi nyata yang berkaitan dengan Tujuan dan Konteks.
  2. Pisahkan hal yang dapat Anda amati dari hal yang masih berupa asumsi.
  3. Tulis satu keputusan, penanggung jawab, dan bukti untuk memeriksanya.
  4. Sebutkan sinyal yang membuat Anda berhenti atau mengubah arah.

Tulis dua contoh yang sesuai dengan Tujuan dan Konteks dan satu contoh yang tidak sesuai. Jelaskan perbedaannya dengan bahasa Anda sendiri. Jika ingin melanjutkan, Anda juga dapat mencoba latihan modul berikut: Tulis ulang tiga prompt menjadi pola yang dapat digunakan kembali. Buat versi pertama cukup kecil agar orang lain dapat memeriksanya dalam beberapa menit.

Jalan pintas yang menggoda

Istilah yang terdengar familiar belum tentu membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.

Mengapa ini terasa masuk akal

Prompt yang panjang belum tentu baik. Informasi yang relevan lebih penting daripada jumlah kata. Kesalahan ini biasanya muncul ketika istilah dipakai lebih cepat daripada pemahaman terhadap masalahnya. Tuliskan asumsi yang Anda pakai agar orang lain dapat memeriksanya.

Cara memeriksanya

Gunakan Tujuan dan Konteks untuk membantu Anda berpikir. Jika bukti, penanggung jawab, atau batas penggunaannya belum jelas, berhentilah sejenak dan ajukan pertanyaan yang lebih tepat. Mulailah dari hal yang dapat Anda amati, lalu pisahkan fakta, asumsi, dan pertanyaan yang masih belum terjawab.

Latihan singkat

Tulis dua contoh yang sesuai dengan Tujuan dan Konteks dan satu contoh yang tidak sesuai. Jelaskan perbedaannya dengan bahasa Anda sendiri. Jika ingin melanjutkan, Anda juga dapat mencoba latihan modul berikut: Tulis ulang tiga prompt menjadi pola yang dapat digunakan kembali.

Ringkasan

  • Menulis tujuan dan konteks yang cukup agar model memahami pekerjaan tanpa menerima informasi yang tidak relevan.
  • Gunakan contoh dan bukti untuk menguji pemahaman.
  • Catat batas, risiko, dan kondisi ketika keputusan harus ditinjau ulang.

Lanjutkan dari sini

Sumber dan bacaan lanjut

  • Prompt engineering: OpenAI · official-documentation. Rujukan utama untuk definisi, bukti, atau batas yang dibahas dalam “Tujuan dan Konteks”.
  • Evaluation best practices: OpenAI · official-documentation. Bukti dan konteks tambahan untuk memeriksa penjelasan dalam “Tujuan dan Konteks”.
  • Safety best practices: OpenAI · official-documentation. Bukti dan konteks tambahan untuk memeriksa penjelasan dalam “Tujuan dan Konteks”.